Phillowjunkies's Blog

It's all about everything that PhillowJunkies had heard, read, see, or even through it all ^_^

  • PhillowDate

    February 2010
    M T W T F S S
    « Oct   Mar »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • PhillowThings

Soneto Pagi Pablo Nerudo

Posted by phillowjunkies on February 16, 2010

Pablo Nerudo,  sang maestro pemenang nobel sastra pada tahun 1971, mendeklarasikan cintanya kepada istrinya, Mathilde, 100 soneta sebagai soneto-soneto kayu, karena Mathilde telah memberinya kehidupan.

Seratus soneto itu terbagi dalam empat perbedaan waktu,

32 soneto pagi: soneto I-XXXII

21 soneto siang: soneto XXXIII-LIII

25 soneto sore: soneto LIV-LXXVIII

22 soneto malam: LXXIX-C

Pembagian waktu ini mengungkapkan bahwa hasrat cinta Nerudo yang tidak pernah terputus kepada istrinya, dan juga ingin menunjukkan ketugahan hati Nerudo kepada istrinya.

Salah satu soneta pagi Nerudo yang terkenala adalah sonetoXVII

berikut adalah soneto tersebut dalam tiga bahasa:

Soneto Asli:

No te amo como si fueras rosa de sal, topacio
o flecha de claveles que propagan el fuego:
te amo como se aman ciertas cosas oscuras,
secretamente, entre la sombra y el alma.

Te amo como la planta que no florece y lleva
dentro de sí, escondida, la luz de aquellas flores,
y gracias a tu amor vive oscuro en mi cuerpo
el apretado aroma que ascendió de la tierra.

Te amo sin saber cómo, ni cuándo, ni de dónde,
te amo directamente sin problemas ni orgullo:
así te amo porque no sé amar de otra manera,

sino así de este modo en que no soy ni eres,
tan cerca que tu mano sobre mi pecho es mía,
tan cerca que se cierran tus ojos con mi sueño.

Disadur dalam bahasa Inggris:

I do not love you as if you were a rose made of salt or topaz
or an arrow of carnations spreading fire:
I love you the way certain dark things are loved,
secretly, between the shadow and the soul.

I love you like the plant that never blooms,
but conceals within itself the light of those flowers;
and, thanks to your love, the darkness of my body
houses the suffocating aroma that arose from the earth.

I love you without knowing how, when, or where from;
I love you straightforwardly, with neither problems nor pride:
I love you thus, not knowing how to love you otherwise

than this way whereby neither ‘you’ nor ‘I’ exist…
so close that your hand on my chest is mine,
so close that your eyes grow heavy when I tire.

Disadur dalam bahasa Indonesia:

Aku tak mencintaimu seperti engkau adalah mawar,
Atau topas atau panah anyelir yang membakar.
Aku mencintaimu selayaknya beberapa hal
Terlarang dicintai, diam-diam,
Di sela-sela bayangan dan sukma.

Aku mencintaimu seperti tetumbuhan
Yang urung mekar dan membawa jiwa
Bunga-bunga itu di dalam dirinya,
Dan karena cintamu,
Aroma bumi yang pekat tumbuh diam-diam
Di dalam tubuhku
Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana
Sejak kapan atau dari mana

Aku mencintaimu dengan sederhana,
Tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan:
Aku mencintaimu seperti ini,
Karena bagiku tak ada cara lain untuk mencintai

Di sini, di mana “aku” dan “kau” tiada,
Begitu erat, hingga tanganmu di atas dadaku
Adalah tanganku
Begitu erat, hingga ketika kau tertidur,
Kelopak matakulah yang tertutup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: