Phillowjunkies's Blog

It's all about everything that PhillowJunkies had heard, read, see, or even through it all ^_^

  • PhillowDate

    August 2010
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • PhillowThings

Cahaya Allah

Posted by phillowjunkies on August 17, 2010

Beberapa saat yang lalu saya membaca surat An-Nur, saat membaca artinya saya sempat tertegun dengan artinya yang begitu indah, dan bikin penasaran😀 . Berangkat dari sanalah, saya tertarik mencari apa yang dimaksud dengan “CAHAYA ALLAH”

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya:

“Allah adalah Nur (cahaya) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya itu, adalah seperti lubang yang tak tembus, yang didalamnya ada pelita. Pelita itu didalam kaca, dan kaca itu bagaikan bintang yang cemerlang bercahaya-cahaya seperti mutiara. Yang dinyalakah dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, yaitu pohon Zaitun ; yang tidak tumbuh di timur maupun di barat. Yang minyaknya saja hampir-hampir cukup menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahayanya diatas cahaya (berlapis-lapis). Allah-lah yang menunjukki kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Surat An Nur ayat 35 merupakan ayat yang begitu indah. Dalam tafsir Zilal, Sayyid Qutb menuangkan kata-kata ketakjubannya terhadap ayat tersebut, “teks ayat yang sangat menakjubkan ini, timbul bersama dengan cahaya yang tenang dan mencerahkan, sehingga tersebar ke seluruh ala,. Ia juga tersebar keseluruh perasaan dan anggota-anggota badan. Ia mengalir ke seluruh sisi dan aspek kehidupan. sehingga seluruh alam semesta bertasbih dalam lautan cahaya yang sangat terang. Bila seseorang yang sedang bingung dalam kesesatan berusaha mencarinya, pasti Dia akan memberi petunjuk. Dan, ketika orang bingung itu mendapatkan cahaya tersebut, pasti dia akan menemukan Allah SWT, Tuhannya”

Suatu ketika Rasulallah bersabda: “Allah menciptakan manusia dalam keadaan kegelapan. Kemudian dia memercikkan kepada mereka sebagian cahayaNya (HR. Bukhari dan Tirmidzi)”

Maka dengan cahaya itulah dunia menjadi seperti hari ini. Pada setiap sisi kehidupan sesungguhnya ada cahayaNya. Udara, batu, hewan, langit, dan semua menjalankan fitrah kemakhlukannya karena cahaya Allah. Demikian pula satu makhlukNya yang bernama manusia. Dengan cahayanya kita menjadi pribadi yang berkasihsayang, mencintaim mencari dan mengagungkan Allah SWT.

Rasulallah menuangkan kerinduannya kepada cahaya Allah SWT melalui doa beliau: “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, didalam ucapanku cahaya, jadikanlah pada pendengaranku cahaya, jadikanlah pada penglihatanku cahaya, jadikanlah dari belakngku cahaya, dan dari depanku cahaya. Jadikanlah dari atasku cahaya. Dari bawahku cahaya. Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya dan jadikanlah aku cahaya” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Sesungguhnya hati yang jauh dari cahaya disebabkan oleh ketidakawasannya kepada jiwa, dimana ada celah kecil seperti suatu yang penyakit yang menyebar menjadi besar. Hawa Nafsu lambat laun dapat meredupkan cahaya Allah. Tabiat nafsu membawa kegembiraan dan kelezatan, sehingga membenarkan sikapnya dengan kesenangan duniawi yang diperoleh. Nafsu membuat manusia menjadi munafik dan melakukan kedzaliman, sehingga Allah menarik cahaya dari hatinya, “perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat”  (QS Al-Baqarah : 17).

Berbahagialah orang-orang yang mendapatkan cahaya Allah SWT, mereka tergolong orang-orang yang beruntung dunia akhirat. Denagan cahaya itu memberikana ketaatan dan pengagungan kepada Allah. Merekapun selalu menemukan keberuntungan dan ketepatan dalam menentukan pilihan hidup. Allah menentramkan hatinya dengan cahayaNya. Kemudian cahaya itu dirasakana oleh orang-orang disekelilingnya sehingga semua memandang baik kepadanya, sedang Allah tetap ada dihatinya.

Cahaya  Allah adalah cahaya diatas cahaya.  Dari sekian jenis cahaya yang diciptaka Allah SWT dia muka bumi ini, hanya cahaya dzatnya yang terpercik di hati tiap-tiap manusia, melebihi segalanya. niscaya dalam naungan cahaya itu mereka tidak butuh apapun. Cahay itu mereka gunaka untuk berjalan, untuk mensyukuri nikmat dan ridha atas segala ujian, dan kelak dengan cahaya itu pula mereka menemua Allah SWT. Wallahualam Bisshowab.

Semoga postingan ini berkenan bagi pembacanya.

8 Responses to “Cahaya Allah”

  1. greenfaj said

    Nice posting miss B-)

  2. nhadhyeA said

    suka iniii =)))

  3. melly said

    nice post ^^

  4. daddy said

    AssWw. Great. Alhamdulillah. Keep writing and posting. Papa baru pulang tarawih di Mesjid Raya At Taqwa Mataram. Giliran kasi ceramah. Tarawihnya 20 rakaat dg bacaan satu juz Al Quran. Mulai Azan Isya sampai Sholat witir dua setengah jam. First experience. WassWw.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: