Phillowjunkies's Blog

It's all about everything that PhillowJunkies had heard, read, see, or even through it all ^_^

  • PhillowDate

    August 2010
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • PhillowThings

Apakah Dia Akan Berubah Menjadi Monster?

Posted by phillowjunkies on August 29, 2010

=email dari mbak cantik yang lagi gelisah… mari kita jadikan renungan untuk memilih suami=

Seorang lelaki.
Dengan rambut ikal pendek. Dengan wajah yang bercahaya. Dengan kedua matanya yang berwarna hitam kecokelatan yang berbinar-binar seolah menyembunyikan ribuan bintang dari langit yang mendadak gelap (and he is all very shining).
Dengan hidung yang menjulang tinggi, very perfect. Dengan bibir yang penuh, menyembunyikan gigi-geligi yang sehat, putih, dan cemerlang. Semua keindahan wajahnya ditunjang dengan tubuh setinggi seratus delapan puluh senti, berkulit kecoklatan yang seksi, dan perut ala roti sobek. Iya. (I’m talking about six packs, Baby!).
Pekerjaannya yang sempurna (how about a great businessman with his billion dollars company?).
Perilakunya yang sempurna (always treat you like a lady and put your needs first before his?)
Sifatnya yang membumi (always a pleasure to give you a company on a casual lunch, di warteg pinggir jalan)
He’s a perfect gentleman, isn’t he?
He’s a perfect boyfriend, isn’t he?
He’s like a prince charming with a white horse who says sweetest things to make you happy, isn’t he?*

Tapi bagaimana kalau saya lanjutkan cerita tentang lelaki yang saya dan kamu telah menasbihkannya menjadi *The Most Delicious Man of The Year* itu tadi dengan sebuah fakta ini:
A guy with the perfect attitudes, perfect hair, perfect job… and perfect jab.
Iya. JAB! Salah satu pukulan mematikan di sebuah pertandingan tinju profesional.

Seorang pria
Dia mencintaimu, memujamu, menghargai setiap pilihanmu, memberikan cincin bermata berlian lalu berlutut di bawah kakimu, dan memohonmu untuk menjadi istrinya. Kamu mencintainya, kamu memujanya, kamu menyukai sikapnya yang selalu mengerti keinginanmu, dan lelaki lelaki itu menyodorkan sebuah cincin berlian dengan *perfect cut* lalu bertanya padamu, “Will you marry me?”
You would never ever say no… rite?
Mungkin kamu akan melambung tinggi. Terbang seolah bidadari bersayap dan ditemani dengan cupid yang tertawa senang karena sepasang hati telah berhasil ia satukan dengan satu kali panah. Di dalam kepalamu mungkin hanya terbayang kehidupan yang bahagia, with the most beautiful guy sleeps in your side, every single day.

*Life couldn’t be this perfect.*
Sampai suatu ketika, dalam perjalanan waktu perkawinanmu yang sempurna itu, you finally realize that he’s a boxer. With you as his sparring partner. Without your safety helmet and gloves off. Ya, ya. Kamu adalah sansak tinjunya…

Bisakah seorang lelaki seperti dia berubah menjadi seorang makhluk mengerikan yang sebentar mencintai dan memuja kita, lalu sebentar kemudian menganggap kita sebagai sansak tinju lalu babak belur dalam pelukannya? Ya, setelah kita sadar dari pingsan!
Tidak ada gejala atau tanda-tanda bahwa lelaki itu akan berubah menjadi monster dan menyiksa kita di kemudian hari. He was all nice, he was all patient, he was all thoughtful.. . and then poof! He’s now a monster… Enjoy!

Dengan semua keindahan yang dimiliki oleh lelaki seperti itu, bagaimana saya dan kamu bisa mengetahui bahwa dia akan berubah menjadi monster di kemudian hari? Dia terlihat sangat sempurna. Dia terlihat sangat sopan. Dia terlihat sangat, sangat mengagumkan. What the hell had happened??
Jujur, saya sangat ketakutan setelah membaca sebuah novel karya Clara Ng yang berjudul Tea for Two; sebuah novel untuk perempuan yang bercerita tentang kekerasan dalam rumah tangga dan didasari oleh kisah nyata.
Sebuah cerita cinta seolah *fairytale*
perempuan dengan karir hebat, bertemu dengan pria ganteng, karir sempurna, dan memujanya setinggi langit, lalu menikahinya beberapa bulan kemudian dan menjadikannya tawanan dalam perkawinan yang penuh dengan pukulan-pukulan, cercaan-cercaan, yang tidak hanya menyakitinya secara fisik, tapi juga emosional. Lelaki yang nampak sempurna, lalu berubah menjadi monster dalam sekedip mata, ketika mereka honeymoon, sehari setelah pesta pernikahan yang glam and beautiful. Dunia yang dipijaknya seolah berhenti berputar. Lelaki yang tadinya penuh cinta, kini memukulinya setiap saat, tak mengenal waktu, seolah
*bertinju* adalah hobinya yang kini semakin tersalurkan karena ia memiliki *lawan tanding* yaitu istrinya sendiri…
God!
Now, I’m officially scared!
Saya percaya; ketika seorang perempuan mengetahui bahwa ia berkencan dengan lelaki yang sering memukulinya ketika masih berkencan, she won’t go any further than that.
Saya percaya; ketika seorang perempuan mengetahui bahwa ia berkencan dengan lelaki yang sering mengucapkan kata-kata makian yang sangat kasar ketika masih berkencan, she won’t go any further than that. She deserves a whole lotta better guy than such a jerk like him.
Dan perempuan manapun akan berlari menjauh dari lelaki semacam dia (semoga saja!)
Itu kalau sudah terlihat ketika masih berkencan.
Bagaimana kalau semua itu terjadi ketika sudah bertukar cincin dan bersumpah sehidup semati di hadapan Tuhan?. Don’t you just feel sorry for a girl who stays in an endless nightmare even when she’s awake? Don’t you have this crazy thing to say like, “Didn’t you read the symptoms, the signs that he would be a crazy maniac who slapped you in the face and felt good about it?”
Tapi, bisakah kamu mengetahui semua pertanda kalau tidak ada tanda-tanda bahwa manusia akan berubah menjadi makhluk yang mengerikan? That you might sleep with your worst enemy?
Tulisan ini tidak akan pernah selesai. Tulisan ini akan terus-menerus saya tulis tanpa akhir; sama seperti pertanyaan yang bergumul terus di dalam benak saya belakangan ini… sama seperti ketakutan-ketakutan saya yang mendadak melumpuhkan keinginan saya untuk… mmm… menikah.
I know I have to think that the world out there is like a beautiful savannah. Tapi entah kenapa, ketika membayangkan seorang lelaki tercinta, tertampan, terbaik, tersempurna, bisa berubah menjadi makhluk yang mengerikan suatu saat kelak…. I’m breathless.

I want to be a bride, one day.
I want to be married with my beautiful guy, one day.
I want to take a dancing lesson or cooking lesson, if needed.
But I will never want to take a boxing lesson, just to protect myself from my abusive wedded husband…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: